Hobi
fotografer sudah menjadi hobi namyak orang dikalangan umum. Biasanya orang
menjadikan pemandangan alam, hewan, tumbuhan atau manusia sebagai objek foto,
akan tetapi saat ini makanan juga sudah dijadikan objek yang lazim dikalangan
masyarakat.
Dalam
dunia bisnis kata promosi sudah tidak asing didengar, hal tersebut wajib
dilakukan untuk mengenalkan usaha pebisnis kepada calon konsumennnya. Salah
satu cara yang digunakan untuk promosi pada bisnis kuliner adalah dengan
mengekspose makanan melalui fotografi. Nah, di sinilah peran fotografer sangat
dibutuhkan. Tugas dari fotografer makanan adalah mengambil gambar dari menu
makanan semenarik mungkin untuk membuat penikmat kuliner semakin terpikat. Seorang
fotografer makanan harus mampu menonjolkan sisi nikmat atau eksotisnya makanan
melalui jepretan. Sedikit berbeda dengan seni fotografi lainnya, karena tentu
saja mengambil gambar makanan berbeda dengan mengambil foto pada objek yang
lain. Setiap menu makanan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
Bisnis
fotografi ini berkaitan erat dengan bisnis kuliner, jadi ketika bisnis kuliner
tetap berkembang maka saya yakin bisnis ini juga akan tetap eksis. Banyaknya kebutuhan akan hasil jepretan
yang menawan untuk keperluan promosi melalui media sosial atau website, semakin
menjadikan bisnis ini mendapatkan peluang. Dari situ bisa kita simpulkan bahwa
kebutuhan pasar terhadap bisnis fotografi makanan ini masih tinggi.
Rata-rata
tarif yang dipatok pada umumnya setiap paket mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 5
juta. Tarif tersebut belum biasanya belum termasuk biaya yang lain, seperti
biaya transportasi dan biaya akomodasi jika dibutuhkan di luar daerah. Bahkan
ada beberapa fotogarfer makanan yang mematok harga lebih mahal, bisa mencapai 5
juta sampai 20 juta rupiah. Biasanya jasa itu sering diperlukan oleh beberapa
resto berkelas. Karena biasanya makanan resto lebih simpel dan sederhana, dan
tentu sangat sulit mengambil angel sisi-sisi menarik dari makanan yang
disajikan.
Menurut
beberapa pelaku bisnis fotografi makanan ini, rata-rata mereka melayani 5
sampai 10 paket dalam satu bulan. Jika diambil rata-rata dari Rp. 500.000 – Rp.
1. 000.000 adalah Rp. 2.500.000 dengan perkiraan pesanan paket misalnya 5 kali
saja, maka dalam satu bulan bisa menghasilkan Rp. 12.500.000. Penghasilan yang
lumayan bukan, penghasilan tersebut tergantung juga pada paket yang dipesan
dan juga tergantung kepada tingkat kesulitan objek yang diambil.
No comments:
Post a Comment