1.
Kreatif Menciptakan Motif
Faktor visual
adalah hal penting yang diperhatikan konsumen. Semakin rapi motif batik di atas
bolu akan meningkatkan nilai jual. Apalagi jika motif yang dibuat juga unik
dengan perpanduan warna yang juga sedap dipandang mata, konsumen tentunya akan
lebih tertarik untuk membeli produk bolu batik. Selain motif, faktor kunci yang
kedua adalah terkait rasa. Masalah rasa bisa dibilang sangat besar pengaruhnya
dalam industri kuliner. Dalam membuat desain, diperlukan kreatifitas. Tak hanya
mencari gambar yang tepat, perlu juga mengatur komposisi warna, termasuk
kepekatan tiap-tiap warna yang digunakan agar tampilan akhirnya memikat.
2.
Berinovasi Dalam Teknik Memasak
Perbedaan teknik
memasak itu tentunya mempengaruhi citarasa. Ada yang lebih senang dengan bolu
yang dikukus ada juga yang mengaku lebih nikmat makan bolu yang dipanggang. Antara
bolu gulung batik yang dikukus dan dibakar di oven menggunakan teknik
dan resep yang berbeda. Adonan batik yang sudah digambar harus dimasukkan
terlebih dahulu ke dalam freezer selama 15 menit sebelum dipanggang. Tidak
semua produsen bolu gulung batik mampu menguasai teknik memasak dengan
menggunakan oven karena hasilnya sering kurang rapi.
3.
Variasikan Rasa
Rasa yang berbeda
dapat menarik minat konsumen untuk selalu mencicipi varian rasa baru dari bolu batik yang dijual. Rasa dari bolu juga
dapat dipadu padankan dengan warna yang digunakan dalam memberikan hiasan di
batik sehingga konsumen dapat mengenali rasa bolu dari penampilan bolu
tersebut.
4.
Kembangkan Pasar
Pengebangan
pasar biasanya didasari oleh tempat dimana lokasi penjualan. Pemilihan lokasi
yang tepat seperti di daerah penghasil batik biasanya menarik konsumen untuk
menjadikan bolu batik sebagai oleh-oleh. Dengan modal yang cukup minim dan
bermodalkan kemampuan memasak bolu yang lezat serta kemampuan membatik yang
baik sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Menarik bukan.....
???
No comments:
Post a Comment